Clinical Pathways: dimana kau berada?

This entry is part 1 of 3 in the series Clinical Pathways

Kali ini kita coba melihat isu lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu Clinical Pathways. Maaf saya tidak membahasnya runtuk dari awal, hanya sudah gatal saja tangan untuk menulisnya. Menurut apa yang saya baca di internet, saya dengar dari anggota NCC (National Casemix Center), sistem INA-CBGs yang menjadi komponen penting dalam penerapan JKN mulai tahun depan memiliki 3 komponen, yaitu Clinical Pathways (CP), Coding dan Costing. MOhon maaf kalau salah, tolong dikoreksi. Urutannya pun saya yang menyebutnya begitu, bukan sekedar enak didengar misalnya Coding, Costing dan CP. Bagaimana hubungan antara ketiga komponen ini?

Dari sudut pandang manajemen operasi, ketiga komponen ini dapat digambarkan sebagai berikut. Clinical Pathways adalah pusatnya. Lewat CP inilah seorang pasien harus dilayani oleh rumah sakit sejak pertama masuk hingga pulang dan targetnya sembuh. Tentu saja beda penyakit akan beda CP-nya. Bahkan karena CP sifatnya mengandung local content (sesuai dengan sistem dan policy masing-masing rumah sakit), maka beda rumah sakit akan beda pula CP-nya. Barngkali itulah sebabnya perlu di-CODING. Di dunia ini ada banyak kelompok penyakit dan variannya. Karena CP ini merupakan suatu proses maka pasti akan membutuhkan biaya. Apakah itu untuk peralatan, tenaga medis, atau pun biaya tetap rumah sakit. Jadi biaya (COSTING) adalah konsekuensi logis dari suatu CP.

inacbgs components

Menurut hemat saya, hubungannya hanya seperti itu. Tidak ada lagi hubungan yang lain. Arah panah relasinya pun tidak bolak balik. Nah sekarang memang ada ide yang baik sekali sebenarnya. Mengingat masalah ini masalah kesehatan, bahkan bisa jadi hidup mati, maka sebaiknya pelayanan kesehatan itu standar. Lucu juga kalau berobat di rumah sakit A, pasti sembuh; di rumah sakit B, sembuhnya lama; dan di rumah sakit C, tidak sembuh. Jadi sangat masuk akal kalau pelayanan tadi (alias CP) harus standar. Apalagi jika dikaitkan dengan sistem jaminan kesehatan nasional nanti.

Sehubungan dengan yang terakhir ini, maka harus ada data tentang berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit tertentu. Persoalan muncul, apakah ada CP yang dapat digunakan sebagai standar untuk menentukan biaya tadi? Saya tidak tahu jawabannya. Kalau ada sebenarnya akan menjadi mudah. Kalau CP berelasi dengan suatu kode, dan CP berelasi dengan suatu biaya, pasti bisa kita hubungkan suatu kode dengan suatu biaya.

Sepertinya (maaf menduga saja ini, tolong saya diberi tahu jika saya kurang update) CP standar di indonesia tadi belum ada. Jadi wah bagaimana mengaitkan coding dan costing? Sejujurnya menurut saya persoalan ini cukup serius. Kalau ternyata yang dilakukan adalah mengambil jalan pintas, yaitu menghubungkan coding dan costing tanpa melihat CP, besar kemungkinan terjadi bias. Bisa jadi ada rumah sakit yang akan terus nombok karena biaya yang ditentukan terlalu murah. Walaupun mungkin saja ada yang punya “untung”. Tapi memang begitulah adanya, praktik di lapangan belum sepenuhnya menggunakan CP, sementara waktu semakin mepet. Untuk sementara memang kita coba dulu apa yang ada. Tapi tetap jangan lupa bahwa masalah sebenarnya belum terpecahkan.

Series NavigationPosisi Clinical Pathways >>

One thought on “Clinical Pathways: dimana kau berada?

  1. saya ingin menambahkan satu hal. Pada situasi saat ini, dimana CP ketinggalan jauh dibandingkan dengan ICD yang ada. Sangat dimungkinkan kita membuat CP berdasarkan ICD, sebagai salah satu jalan pintas. Jadi garis yang menghubungkan CP dan ICD akan dua arah.

    salam

Leave a Reply