Perencanaan 10%: Mau sampai kapan?

This entry is part 1 of 2 in the series Peramalan

Salah satu isu dalam manajemen rumah sakit adalah membuat rencana kerja baik yang sifatnya strategis (renstra) ataupun rencana yang lebih rutin seperti rencana kerja dan anggaran. Hasil sampling saya ketika menanyakan bagaimana rumah sakit melakukan perencanaan khususnya pada rencana tahunan, sejauh ini jawabannya adalah data tahun lalu ditambah faktor “koreksi” 10%. Tentu saja pernyataan semacam ini hanya keluar di forum informal dan sambil bisik-bisik. Entah itu mewakili contingency, inflasi, atau sekedar indikasi ada pertumbuhan. Tapi ketika saya konfrontir dengan pertanyaan apakah hal ini berlaku dalam kenyataan? jawabannya sudah bisa ditebak, yaitu tidak. So, sampai kapan pola perencanaannya seperti itu?

Ada nasihat para guru manajemen yang mungkin sudah sering kita dengar. “Jika kita gagal membuat perencanaan, itu artinya kita merencanakan untuk gagal!”. Jadi kalau boleh saya sedikit plesetkan, jika kita hanya mengandalkan angka magic 10% itu artinya kita berencana untuk berhasil hanya 10%. Maaf mungkin agak didramatisir. Tetapi itulah yang terjadi kalau kita malas berpikir tentang masa depan yang tidak pasti.

Topik yang terkait dengan masalah semacam ini di manajemen operasi adalah manajemen permintaan (demand management) atau teknisnya dikenal dengan peramalan (forecasting). Ada hal menarik dengan istilah manajemen permintaan ini. Secara tradisional orang memahami bahwa permintaan itu sesuatu yang tidak dapat dikendalikan (given). Padahal perkembangan dunia saat ini menunjukkan bahwa permintaan dapat kita kendalikan, atau paling tidak dipengaruhi. Akan tetapi sebelum kita dapat melakukan itu, kita perlu memprediksi (daripada menggunakan kata meramal) dahulu bagaimana permintaan di masa depan?

Ada banyak metoda atau tools yang dapat digunakan untuk “melihat” permintaan di masa depan. Ada metoda kualitatif dan ada juga yang kuantitatif. Yang pasti adalah bahwa data masa lalu dan pengalaman masa lalu sangat bermanfaat untuk dijadikan pertimbangan dalam memproyeksikan permintaan di masa depan. Sangat tidak tepat (appropriate) atau naif  jika kita selalu mengatakan permintaan di masa depan sama dengan periode sebelumnya atau pun dengan koreksi 10% tadi. Padahal dinamika perubahan di tempat kerja saat ini sangat tinggi. Untuk itulah kita perlu mempelajari sedikit konsep dan teknik dalam melakukan estimasi permintaan di masa depan.

Series NavigationKomponen Peramalan >>
Notice: This work is licensed under a BY-NC-SA. Permalink: Perencanaan 10%: Mau sampai kapan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

question razz sad evil exclaim smile redface biggrin surprised eek confused cool lol mad twisted rolleyes wink idea arrow neutral cry mrgreen

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Follow

Get every new post delivered to your Inbox

Join other followers: